Senin, 24 Maret 2014

Review Jurnal : PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI DAN MUTU LAPORAN KEUANGAN KOPERASI; STUDI EMPIRIS PADA KOPERASI KREDIT INDONESIA


 
REVIEW 2
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH DAN MASYARAKAT
VOLUME 4, NO. 2 JANUARI 2005

PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI DAN MUTU LAPORAN KEUANGAN KOPERASI; STUDI EMPIRIS PADA KOPERASI KREDIT INDONESIA
Fransiskus Randa

Berisi:

III. METODOLOGI
A.     Operasionalisasi Variabel
Ada 2 jenis variabel operasional penelitian yakni: variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penerapan standar akuntansi keuangan koperasi yang diukur dengan menggunakan skala 1 untuk responden yang menerapkan standar akuntansi keuangan koperasi dan 0 untuk responden yang tidak menetapkan atau tidak memahami standar akuntansi keuangan koperasi. Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah umur koperasi, pelaksanaan pengauditan, pendidikan, pengalaman, aset dan pelatihan.


1.      Umur Koperasi
Umur koperasi (X1) diukur dengan pengelompokan 1-5 tahun skor 1, umur 6-10 tahun skor 2, 10-15 tahun skor 3 dan di atas 15 tahun skornya 4.
2.     Pelaksanaan Pengauditan
Pelaksanaan audit (X2) diukur dengan mengelompokkan dalam belum pernah diaudit, diaudit 1 kali, diaudit 2 kali, diaudit 3 kali, dan diaudit 4 kali.
3.     Pendidikan
Data pendidikan penyusun laporan keuangan koperasi (X3) diukur dengan strata pendidikan SLTA, D3, dan S1.
4.     Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja menyusun laporan keuangan (X4) diukur dengan mengelompokkan data berdasarkan lamanya bekerja sebagai penyusun laporan keuangan antara 0-5 tahun dan di atas 5 tahun.
5.     Aset
Aset koperasi (X5) diukur atas dasar besarnya aset yang dimiliki yang dikelompokkan atas 0-100juta, 100-500juta dan di atas 500juta.
6.     Pelatihan
Pelatihan (X6) diukur berdasarkan jumlah pelatihan yang pernah diikuti dengan pengukuran 1 kali, 2 kali, 3 kali, dan di atas 3 kali.

B.     Populasi dan Sampel
Populasi penelitian ini adalah Koperasi Kredit Indonesia yang berdasarkan laporan Inkopdit berjumlah 1092 koperasi kredit primer dan 30 puskopdit dengan jumlah anggota sebanyak 349.337 orang anggota. Jumlah sampel adalah 60 kopdit primer yang diambil secara proporsional yakti setiap puskopdit 2 sampel dengan batasan sampel adalah yang memiliki aset diatas 300 juta dengan pertimbangan bahwa kopdit dengan aset 300 juta telah melakukan pembukuan secara teratur.
C.      Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan membuat daftar pertanyaan dan diedarkan kepada para responden untuk laporan keuangan yang berakhir tahun 2003. Daftar pertanyaan diisi oleh staff akuntansi koperasi, pengelola atau bendahara kopdit. Setelah diisi kemudian dikembalikan kepada peneliti.
D.     Instrumen Penelitian
Untuk mendapatkan data digunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri atas 2 bagian utama:
1.      Kuesioner mengenai data koperasi untuk mendapatkan data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi mutu laporan keuangan.
2.      Kuesnioner tentang pelaksanaan standar akuntansi koperasi pada setiap periodik.

E.      Teknik Analisis
Untuk dapat menguji hipotesis penerapan standar akuntansi keuangan digunakan analisis deskriptif yaitu untuk menjelaskan karakteristik demografi responden dan penerapan standar akuntansi pada masing-masing item standar dan regresi berganda untuk menguji pengaruh umur koperasi, pelaksanaan pengauditan, pendidikan, pengalaman, aset dan pelatihan terhadap mutu laporan keuangan koperasi dengan menggunakan SPSS. Adapun persamaan regresi adalah:
Y= B0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + e.

Di mana:
Y =  penerapan standar akuntansi keuangan
X1 = umur koperasi
X2 = pelaksanaan pengauditan
X3 = pendidikan
X4 = pengalaman kerja
X5 = aset
X6 = pelatihan
B0 = konstanta
B1,b2,b3,b4,b5,b6 =  koefisien regresi
E = error

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sebanyak 60 kuesioner dikirim ke responden, dari jumlah tersebut sebanyak 35 responden mengembalikan kuesioner dan jumlah responden yang mempunyai data yang layak dianalisis sebanyak 32 responden dan 3 kuesioner tidak digunakan karena data tidak lengkap.
Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui karakteristik demografi responden sebagai berikut .  
Umur koperasi dari responden menunjukkan bahwa 81% telah berumur di atas enam tahun, pendidikan penyusun laporan keuangan 62% lulusan SLTA dan lama bekerja pada koperasi 53% di atas lima tahun. Aset responden relatif kecil yakni 71,9% beraset di bawah 100 juta rupiah dan pelaksanaan pelatihan 93,8% dilakukan 1 kali.

A.     Pengujian Hipotesis
1.     Penerapan Standar Akuntansi Keuangan
Penerapan standar akuntansi keuangan pada setiap standar penyusunan menunjukkan sebagai berikut.
Penerapan standar akuntansi keuangan untuk laporan menunjukkan bahwa keseluruhan responden telah menyusun penyajian statemen keuangan setiap tahun. Unsur statemen keuangan yang disajikan terdiri dari neraca dan perhitungan hasil usaha. Namun, penyajian statemen arus kas dan catatan atas statemen keuangan rata-rata 0.6 dan statemen perubahan kekayaan bersih rata-rata 0.3. Sedangkan perhitungan hasil usaha yang membedakan antara usaha yang berasal dari anggota dan non anggota adalah 0.78 namun hanya 0.3 yang mengalokasikan pendapatan dan beban kepada anggota dan non anggota dalam perhitungan hasi usaha atas dasar manfaat yang diterima anggota. Pembagian hasil usaha telah dialokasikan berdasarkan standar akuntansi keuangan koperasi oleh seluruh responden. Secara rata-rata keseluruhan responden menyajikan statemen keuangan berdasarkan standar akuntansi keuangan koperasi sebesar 0.65. Hal ini menunjukkan bahwa laporan keuangan yang disajikan belum memenuhi standar akuntansi keuangan.
Penyajian aktiva koperasi kredit berdasarkan data responden menunjukkan nilai rata-rata 0.45 atau hanya 45% yang menyajikan aktiva sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Dengan nilai terendah 0.00  dan nilai tertinggi 0.85. Penyajian kewajiban dalam Neraca menunjukkan rata-rata 0.48 atau hanya 48% yang menyajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan dengan nilai terendah adalah 0 dan nilai tertinggi adalah 1.
Penyajian pendapatan dan biaya sesuai dengan standar akuntansi keuangan koperasi menunjukkan rata-rata 0.34 atau hanya 34% yang menyajikan kewajiban sesuai dengan standar akuntansi keuangan, dengan nilai tertinggi, 0.83 dan nilai terendah 0.0.
Penyajian aktiva bersih dalam statemen keuangan responden menunjukkan rata-rata 0.72 atau 72% menyajikan aktiva bersih sesuai dengan standar akuntansi keuangan dengan nilai tertinggi adalah 0.86 dan nilai terendah adalah 0.43.
Berdasarkan nilai rata-rata penerapan standar akuntansi keuangan koperasi pada masing-masing item menunjukkan 0.53 dengan nilai tertinggi 0.77 dan nilai terendah adalah nilai 0.33. Hal itu berarti hanya sekitar 50% yang menyajikan statemen keuangan koperasi kredit sesuai dengan standar akuntansi keuangan sehingga hipotesis pertama tidak dapat diterima.

2.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mutu Laporan Keuangan Koperasi
Pengujian hipotesis 2 dilakukan untuk menguji apakah pelaksanaan standar akuntansi keuangan koperasi kredit dipengaruhi oleh variabel umur koperasi, pelaksanaan pengauditan, pendidikan, pengalaman, aset dan pelatihan. Analisis terharap  menunjukkan tingkat hubungan yang sangat rendah artinya variabel-variabel: pendidikann, umur koperasi, pelatihan, audit dan aset bukan merupakan prediktor terbaik. Pelaksanaan standar akuntansi koperasi kredit mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
Berdasarkan analisis regresi secara parsial menunjukkan bahwa secara bersama-sama keseluruhan variabel, umur koperasi,  pelaksanaan pengauditan, pendidikan, pengalaman, aset dan pelatihan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pelaksanaan standar akuntansi keuangan koperasi. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F=0.516, p=0.791 dimana P>0.05.
Pengujian terhadap masing-masing variabel dependen (variabel umur koperasi, pelaksanaan pengauditan, pendidikan, pengalaman, aset dan pelatihan) juga tidak menunjukkan adanya variabel dependen yang berpengaruh terhadap pelaksanaan standar akuntansi keuangan koperasi kredit sehingga hipotesis kedua ditolak.


Tidak diterimanya hipotesis penelitian ini mungkin disebabkan karena:
a.       Standar akuntansi keuangan tidak dipahami secara baik oleh koperasi kredit. Hal itu ditandai dengan rendahnya penerapan standar akuntansi keuangan koperasi pada responden yakni rata-rata 0.53.
b.      Pendidikan para penyusun laporan keuangan 62,5% adalah SLTA sehingga pengetahuan tentang SAK koperasi kurang memadai.
c.       Standar akuntansi keuangan kurang tersosialisasi dengan baik dalam materi pelatihan.
d.      Pelaksanaan audit lebih banyak dilakukan oleh audit internal yakni BK3D (PUSKOPDIT) dan INKOPDIT sehingga tuntutan penerapan SAK koperasi tidak menjadi prioritas.
e.       Aset responden 71.9% beraset sampai dengan 100 juta sehingga penerapan SAK mungkin belum menjadi prioritas.

V. PENUTUP
A. Simpulan
Penerapan standar akuntansi koperasi kredit Indonesia rata-rata hanya 53% sehingga dapat dikategorikan belum sepenuhnya menerapkan standar akuntansi keuangan. Variabel umur koperasi, pelaksanaan pengauditan, pendidikan, pengalaman, aset dan pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap penerapan standar akuntansi koperasi pada koperasi kredit. Hal itu mungkin disebabkan oleh pendidikan parah penyusun laporan keuangan koperasi kredit yang sebagian besar berpendidikan SLTA, standar akuntansi koperasi kurang disosialisasi dan pelaksanaan audit adalah audit internal yang dilakukan oleh BK3D dan INKOPDIT yang kurang memahami tentang SAK koperasi.

B. Rekomendasi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dan rekomendasi bagi para penyusun laporan keuangan koperasi serta induk koperasi yang ada di Indonesia untuk menyosialisasikan standar akuntansi keuangan koperasi guna meningkatkan penerapan standar akuntansi keuangan dalam penyusunan laporan keuangan koperasi.

C. Keterbatasan Penelitian
Kurangnya pengambilan sampel serta terbatasnya sampel pada koperasi kredit, menyebabkan simpulan yang diperoleh dari penelitian ini sulit untuk di generalisasi. Di samping itu penelitian terhadap karakteristik koperasi dalam hubungannya dengan laporan keuangan koperasi masih sangat kurang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mempeluas cakupan sampel yang meliputi seluruh jenis koperasi.

ARTIKEL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN




Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) adalah aplikasi dari alat dan teknik analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis.
Analisis laporan keuangan adalah proses evaluasi kritis terhadap informasi finansial yang tersaji dalam laporan keuangan untuk memahami dan sebagai dasar untuk membuat keputusan mengenai operasi suatu perusahaan atau badan usaha. Pada dasarnya analisis finansial seperti ini adalah sebuah kajian terhadap hubungan antara fakta keuangan yang berbeda dengan angka-angka seperti yang tersaji dalam satu set laporan finansial. Laporan ini tidak berhenti sampai di sini karena masih dibutuhkan suatu interpretasi terhadap data yang tersaji dalam dokumen laporan tersebut untuk mendapatkan wawasan operasional yang efisien dan membawa keuntungan atau manfaat bagi perusahaan bersangkutan.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:1), laporan keuangan meliputi bagian dari proses laporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas/laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Menurut Munawir (2010:5), pada umumnya laporan keuangan itu terdiri dari neraca dan perhitungan laba-rugi serta laporan perubahan ekuitas. Neraca menunjukkan/menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Sedangkan perhitungan (laporan) laba-rugi memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta beban yang terjadi selama periode tertentu, dan laporan perubahan ekuitas menunjukkan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan ekuitas perusahaan. Sedangkan menurut Harahap (2009:105), laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba-rugi atau hasil usaha, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan posisi keuangan.
Tujuan laporan keuangan menurut Sawir (2005:2) adalah sebagai berikut:
a.   menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi,
b.   laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu,
c.   laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Laporan keuangan dibuat untuk suatu tujuan dimana tertuang dalam Prinsip akutansi Indonesia 1984 mengenai tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam sumber ekonomi neto (sumber dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba.
3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam mengestimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
4. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban seperti informasi mengenai aktivitas pembelanjaan dan penanaman
5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijaksanaan akutansi yang dianut perusahaan.


Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
§  Neraca
§  Laporan laba rugi
§  Laporan perubahan ekuitas
§  Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
§  Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Pemakai Laporan Keuangan
·         Investor
·         Karyawan
·         Pemberi Pinjaman
·         Pemasok dan Kreditor usaha lainnya
·         Pelanggan
·         Pemerintah
·         Masyarakat
Analisa keuangan seringkali menilai suatu usaha berdasarkan :
v  Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba rugi perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja perseroan.
v  Solvabilitas adalah kemampuan perseroan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, yang diukur dengan membuat perbandingan seluruh kewajiban terhadap seluruh aktiva dan perbandingan seluruh kewajiban terhadap ekuitas
v  Likuiditas adalah kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajiban lancarnya yang diukur dengan menggunakan perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar.
v  Stabilitas adalah kemampuan perseroan dalam mempertahankan usahanya dalam jangka waktu panjang tanpa harus menderita kerugian. Untuk menilai stabilitas perseroan digunakan laporan laba rugi dan neraca keuangan (balance sheet) perseroan serta berbagai indikator keuangan dan non keuangan lainnya.



Analisa keuangan seringkali menggunakan rasio keuangan dari tingkat solvabilitas , profitabilitas, pertumbuhan usaha.
v  Kinerja masa lalu untuk suatu masa tertentu misalnya selama 5 tahun
v  Kinerja mendatang: menggunakan figur kinerja masa lalu dan teknik matematika serta statistik, termasuk nilai sekarang dan nilai mendatang. Metode perhitungan ini adalah merupakan penyebab dari kesalahan analisa keuangan dimana statistik masa lalu dapat menyebabkan rendahnya prediksi masa mendatang.
v  Perbandingan kinerja yaitu membandingkan kinerja antara beberapa perusahaan dalam industri sejenis.
Keterbatasan Laporan Keuangan
Keterbatasan Laporan Keuangan dengan melihat beberapa sifat laporan keuangan tersebut di atas maka dapat dilihat bahwa laporan keuangan itu mempunyai beberapa keterbatasan antara lain:
1.Laporan keuangan dibuat antara waktu tertentu (interm report) dan bukan merupakan laporan final.
2.Adanya beberapa standar nilai yang bergabung. Beberapa aktiva, biasanya aktiva tetap dilaporkan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penghapusannya, karenanya nilai aktiva itu dalam laporan keuangan akan tercantum sebesar nilai bukunya.
3. Adanya pengaruh daya beli uang berubah Daya beli uang dari hari kehari selalu berubah sesuai dengan kehidupan perekonomian sehari-hari.
4. Adanya faktor-faktor yang tidak dinyatakan dengan uang, Laporan keuangan adalah akumulasi dari kejadian-kejadian atau transaksi-transaksi perusahaan yang dapat dinyatakan dengan satuan uang.
5. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat, oleh karena itu laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
6. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak- pihak tertentu.
7. Proses penyusunan iaporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran – taksiran dan berbagai pertimbangan.
LAPORAN KEUANGAN
·         Neraca
Persamaan akuntasi : aktiva= kewajiaban + Ekuitas
Aktiva adalah investasi yang diharapkan untuk menghasilakan laba di masa depan melalui aktivitas operasi. Kewajiban adalah pendanaan dari kreditor dan mewakili kewajiban perusahaan atau klaim kreditor atas aktiva. Ekuitas merupakan total dari pendapatan yang diinvestasikan atau dikontribusikan oleh pemilik atau akumulasi laba yang tidak dibagikan kepada pemilik sejak perusahaan didirikan.
·         Laporan Rugi Laba
Laporan rugi laba mengukur kinerja keuanga perusahaan antara tanggal neraca. Laporan rugu laba menyediakan rincian pendapatan, beban,untung atau rugi perusahaan suatu periode waktu.
·         Laporan Ekuitas Pemegang Saham
Menyajikan perubahan-perubahan pada pos-poas ekuitas. Laporan ini bermanfaat untuk mengidentifikasi perubahan klaim pemegang ekuitas atau aktiva perusahaan.
·         Laporan arus Kas
Melaporkan arus kas masuk dan keluar bagi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan perusahaan secara terpisah selama suatu periode tertentu

METODE ANALISIS LAPORAN KEUANGAN YANG DIBANDINGKAN
Macam-macam  teknik  Analisis Laporan Keuangan :
1.Analisis Rasio
Adalah hubungan matematis antaradua kuantitas
2 .Analisis Common Size
Adalah analisis dengan pembacaan data-data keuangan untuk beberapa periode(untuk mencari trend-trend tertentu)
3. Analisis Du Pont
Adalah analisis yang mempertajam analisis rasio dengan memisahkan profitabilitas dengan pemanfaatan aset.
4.Analisis Cross Section
Adalah perbandingan data keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan atau
industri yg sejenis
5.Analisis Time Series dan Forecasting
adalah analisis terhadap data historis untuk melihat tren yang mungkin timbul



Kamis, 09 Januari 2014

PT YAKULT INDONESIA PERSADA

PT Yakult merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi susu fermentasi. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 2 Februari 1990, kapasitas produksi awal PT Yakult adalah 1.400.000 botol/hari dan meningkat menjadi lebih dari 3.000.000 botol/hari di tahun 2012. Kapasitas yang dilakukan sesuai dengan permintaan pasar . Menempati lahan seluas 5 Ha berada di kaki Gunung Salak pada kawasan Industri Indolakto. Setiap hari pabrik ini di kunjungi masyarakat luat untuk mengetahui proses produksi dan kebersihannya.

Yakult adalah minuman susu fermentasi yang mengandung Lactobacillus casci Shirota strain yang dapat mencapai usus dalam keadaan hidup . Yakult terdiri dari 2 jenis yaitu yakult original dan yakult acc. Yakult original mengandung lebih dari 6,5 milyar bakteri L.casci Shirota strain sedangkan Yakult acc. Mengandung lebih dari 30 milyar L.casci Shirota strain ditambah dengan kalsium dan vitamin.

1. Sejarah Yakult














2. Produk


















3. Proses Produksi
































4. Pengolahan Air Limbah














5. Distribusi