Senin, 21 April 2014

Rangkuman Akuntansi Keu. Lanjut 2 PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI MENURUT HARGA PEROLEHAN DAN PROSEDUR PENCATATAN HARGA POKOK


A.    Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi Dengan Metode Harga Perolehan atau Metode Cost .
Metode “Harga Perolehan” diikuti untuk mencatat investasi saham-saham perusahaan anak, maka hanya deviden atas saham-saham tersebut yang diakui sebagai pendapatan (revenue) oleh perusahaan induk. Dan laba atau rugi atas pemilikan modal hanya timbul apabila sebagian atau seluruh jumlah saham yang dimiliki itu dijual.
Ciri-ciri Metode Cost:
1. L/R yang diperoleh perusahaan anak tidak dilakukan penjurnalan.
2. Eliminasi saldo Modal, Agio, LYD perusahaan anak ditentukan dengan bertitik tolak pada posisi neraca. 
3. Hak Minoritas ditentukan dengan bertitik tolak pada posisi akhir setelah transaksi dikertas kerja konsolidasi.
Pada didalam neraca konsolidasi, tidak ada perbedaan antara metode pencatatan terhadap investasi saham-saham perusahaan anak baik pada metode harga perolehan atau pada metode equity. Namun keduanya metode tersebut menghasilkan neraca yang menunjukkan posisi keuangan yang sama, tapi kedua metode tersebut menghasilkan saldo dalam rekening investasi saham dan rekening laba yang ditahan pada buku-buku perusahaan induk yang berlainan.
Jika memakai metode harga perolehan, maka perubahan-perubahan netto di dalam hak-hak pemegang saham yang berasal dari ( pembagian) laba perusahaan anak sejak posisi control dicapai harus disajikan secara terpisah didalam neraca. Jika sebagian dari perubahan netto iu terjadi dalam periode akuntansi yang sedang berjalan, maka harus dilaporkan di dalam laporan Rugi Laba ( Perusahaan Induk ). 
Jika memakai metode equity, maka laporan keuangan harus menyatakan tentang metode pencatatan itu, harus dijelaskan juga mengenai harga perolehannya serta menghasilkan deviden yang telah diterima dalam hubungannya dengan pemilikan saham-saham perusahaan anak. Semua itu diperlukan agar diketahui besarnya bagian keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan anak yang telah direalisasikan melalui pembagian deviden.
Namun ada juga perbedaan antara metode equity dengan metode harga perolehan dapat dilihat pada tabel dibawah ini .
KETERANGAN
METODE EQUITY
METODE HARGA PEROLEHAN
Rekening Investasi Saham Perusahaan Anak.
Berubah-ubah sesuai perubahan jumlah kekayaan bersih perusahaan anak.
Jumlahnya selalu tetap kecuali ada penjualan atau pembelian tambahan atas saham yang dimiliki.
Bagian Laba yang Diperoleh.
Dicatat dalam laporan keuangan (neraca) yang dikonsolidasikan.
Tidak hanya diakui pada laporan keuangan (neraca).
Laporan Laba Rugi.
Tidak mencantumkan “Pendapatan atau Kerugian” atas investasi saham.
Bagian deviden dicatat di Debit pada rekening piutang deviden (kas) , dengan rekening “Penghasilan Deviden” pada sisi Kredit.  

B.     Prosedur Pencatatan Metode Harga Pokok ( Cost Method )
            Metode harga pokok didasarkan pada teori bahwa akuntansi untuk suatu investasi pada perusahaan anak harus sama dengan akuntansi untuk investasi jangka panjang dalam surat berharga. Sebagai landasan metode ini, perusahaan anak dan induk diperlakukan sebagai dua perusahaan yang berbeda, penerimaan deviden atas pemilikan saham diakui sebagai penghasilan/laba/rugi investasi baru diakui setelah surat berharga yang dimiliki terjual.
Dalam metode ini investasi dalam perusahaan anak selalu menggambarkan original cost atau cost semula karena rugi/laba maupun amortisasi dari good will perusahaan anak tidak mempengaruhi perusahaan induk pada rekening investasi anak, kecuali bila perusahaan anak mengumumkan dan membagikan deviden, maka perusahaan perlu mencatatnya.
Hal-hal yang berhubungan dengan Cost Method :
-          Pendapatan yang diakui adalah dividen yang diterima dari perusahaan anak, sedangkan pada Equity Method pendapatan diakui adalah bagian laba dari perusahaan anak dan dividen yang diterima akan mengurangi investasi dalam perusahaan anak.
-          Penyusunan neraca konsolidasi baik berdasarkan Equity Method maupun Cost Method akan menghasilkan neraca konsolidasi yang sama.
      Eliminasi Equity Method = Cost Method, kecuali :
a. Amortisasi Goodwill dicatat dengan mengeliminasi goodwill yang diamortisasi dengan rekening Retained Earning perusahaan induk.
b. Eliminasi untuk Retained Earning anak yang dihitung dari original Retained Earning anak. Selisih Retained Earning anak sekarang dengan Retained Earning original anak merupakan Retained Earning anak yang akan dielimansi ke dalam Retained Earning induk sebesar presentasi pemilikan saham.

Selasa, 15 April 2014

Rangkuman Akuntansi Keu. Lanjut MODIFIKASI DALAM METODE EQUITY DAN PENYUSUNAN NERACA KONSOLIDASI


A.    MODIFIKASI DALAM METODE EQUITY
1.      Laporan Keuangan yang dikonsolidasi.
Pencatatan Investasi Saham pada perusahaan anak, selalu diadakan penyesuaian terhadap adanya perubahan (perkembangan) yang terjadi dalam perusahaan anak, sehingga rekening Investasi Saham senantiasa mengikuti perkembangan yang terjadi pada perusahaan anak maka prosedur pencatatan itu disebut Metode Equity.

Hal-hal penting dalam prosedur pencatatan terhadap investasi saham pada perusahaan anak dengan menggunakan metode equity adalah :
·         Rugi dan Laba bersih dari perusahaan anak.
Untuk keuntungan : Investasi Saham pada Perusahaan Anak (D), dan Pendapatan dari Perusahaan Anak (K). Rugi : Kerugian dari Perusahaan Anak (D), dan Investasi Saham pada Perusahaan Anak (K).
·         Dividen yang dibagikan oleh Perusahaan Anak .
Pada perusahaan induk ialah perubahan bentuk kekayaan (aktiva) yang semula berupa hak atas laba pada perusahaaan anak (yang tercemin dalam rekening “Investasi Saham Perusahaan Anak”) ke dalam bentuk kekayaan (aktiva) yang lain (“Piutang Dividen” atau “Kas”).
2.      Modifikasi Metode Equity.
Perusahaan induk mencatat dan mengakui bagian atas laba atau rugi perusahaan anak yang ditampung dalam rekening Investasi Saham dan mengakui pembagian deviden dari perusahaan anak sebagai realisasi dari/pencarian dari sebagian Investasi/Penanaman Modal pada perusahaan anak di sebut dengan metode yang konvensional. 

3.      Hutang Piutang Antar Perusahaan Afiliasi.
Perusahaan yang lain yang berafiliasi atau sebaliknya kewajiban-kewajiban dari suatu perusahaan kepada perusahaan lain yang berafiliasi tersebut.saldo rekening-rekening timbal balik yang timbul dapat berasal dari transaksi-transaksi penjualan, pemberian uang muka/piutang di antara perusahaan afiliasi, pengumuman/pembagian dividen oleh perusahaan anak dll.
4.      Masalah Eliminasi terhadap Wesel Tagih dan atau Wesel Bayar yang telah Didiskontokan.
Proses penyusunan Neraca Konsolidasi mengikuti ketentuan sbb:
·         Menghapuskan rekening-rekening Wesel Bayar pada perusahaan afiliasi
·         Menghapuskan rekening Wesel Tagih Yang Didiskontokan dengan rekening lawan “Wesel Bayar” yang berarti timbulnya kewajiban pada pihak luar.
5.      Masalah Penyesuaian dan Koreksi sebelum Penyusunan Neraca Konsolidasi
·         Tidak dipercayanya oleh salah satu pihak dari perusahaan-perusahaan yang berafiliasi terhadap informasi keuangan tertentu.
·         Adanya pos-pos yang masih dalam proses, sehingga suatu informasi telah dicatat oleh satu pihak akan tetapi belum dicatat oleh pihak yang lain berhubung dengan faktor waktu.
pada akhir periode perusahaan anak telah mengumumkan adanya pembagian deviden dan dilaporkan di dalam neracanya sebagai “Hutang Deviden”. Jika neraca perusahaan induk pada akhir periode yang sama tidak melaporkan adanya “Piutang Deviden” atas bagian devidennya pada perusaahaan anak berarti bahawa neraca perusahaan induk tersebut belum lengkap.
6.      Masalah Selisih Harga Perolehan dari Nilai Buku Saham.
Metode ini eliminasi terhadap saldo rekening Investasi Saham-saham perusahaan anak (dimana jumlahnya selalu berubah-ubah), atas posisi terakhir hak-hak para pemegang saham perusahaan anak (yang jumlahnya juga selalu berubah-ubah) dan Selisih antara hak-hak pemegang saham yang dieliminasi dengan saldo debit rekening “Investasi Saham Perusahaan Anak” merupakan “Selisih Lebih atau Selisih Kurang Harga Perolehan dari Nilai Buku Saham.
B.     PENYUSUNAN NERACA KONSOLIDASI.
1.      Laporan dan Definisi Neraca Konsolidasi
Salah satu kewajiban dari perusahaan induk adalah membuat laporan keuangan gabungan antara perusahaan anak dan perusahaan induk. Neraca konsolidasi yaitu neraca yang menggambarkan aktiva dan pasiva bersih secara keseluruhan dari induk perusahaah beserta anak perusahaan.
Laporan Keuangan Konsolidasi adalah laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi dari sebuah grup perusahaan, terdiri dari induk perusahaan dan satu atau lebih anak perusahaan yang seolah-olah sebagai satu perusahaan.
2.      Tujuan dan Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi.
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi, yaitu agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga.
Diantara manfaat disusunnya Laporan Keuangan Konsolidasi adalah:
1.      Untuk kepentingan jangka panjang, efek anak perusahaan terhadap induk
2.      Memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan tehadap kinerja grup (anak) perusahaan

3.      Kepentingan informasi pihak luar

Senin, 14 April 2014

Rangkuman Akuntansi Keu. Lanjut Pengertian Laporan Keuangan Menurut Equity Dan Prosedur Akuntansi Menurut Metode Eqiuty


1.     Pengertin Laporan Keuangan Konsolidasi Menurut Equity.
Yaitu penyusunan laporan keuangan dengan memandang investasi perusahaan induk terhadap perusahaan anak sebagai suatu penyertaan modal, sehingga jika aktiva bersih perusahaan anak berubah karena kegiatan operasionalnya,  maka secara otomatis akan menyebabkan perubahan pada nilai investasi perusahaan induk .

Alasan diterapkannya metode equity juga didasarkan pada suatu fakta bahwa perusahaan induk dan perusahaan anak merupakan bagian dari suatu kegiatan usaha, maka perubahan yang terjadi didalam perubahan modal pada perusahaan anak harus diakui dan dicatat oleh perusahaan induk, dikarenakan untuk dapat mengikuti, melaporkan dan mengetahui perkembangan laporan keuangan secara lengkap.

Laporan keuangan terdiri dari:
·         Neraca, menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada jumlah harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.
·         Perhitungan laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu.
·         Laporan arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai akibat dari kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang bersangkutan.
·         Catatan atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.
  
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, dalam buku Analisis Laporan Keuangan (2002:63), Laporan Keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.
Adapun beberapa perkiraan (account) yang perlu diperhatikan dalam laporan keuangan konsolidasi menurut equity antara lain :
Pencatatan dengan Metode Ekuitas
1. Laba perusahaan anak
                                    Investasi saham perusahaan anak        xxx
                                                Laba-rugi                                             xxx
                                    (% kepemilikan x laba perusahaan anak)

2. Rugi perusahaan anak
                                    Laba-rugi                                             xxx
                                                Investasi saham perusahaan anak        xxx
                                    (% kepemilikan x rugi perusahaan anak)

3. Dividen perusahaan anak
                                    Piutang dividen/kas                            xxx
                                                Investasi saham perusahaan anak        xxx
                                    (% kepemilikan x dividen perusahaan anak)

            Laporan Keuangan Konsolidasian ini tidak mengatur:
1.    Laporan keuangan konsolidasian perusahaan negara/ daerah;
2.    Akuntansi untuk investasi dalam perusahaan asosiasi;
3.    Akuntansi untuk investasi dalam usaha patungan (joint venture); dan
4.    Laporan statistik gabungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
2. Prosedur Akuntansi Menurut Metode Equity.
Dalam penerapan akuntansi pasti ada suatu prosedur-prosedur yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Beberapa hal dalam penerapan prosedur akuntansi menurut metode equity, yaitu :
        Metode equity pada dasarnya sejalan dengan pendekatan akuntansi yang digunakan pada penyiapan laporan keuangan konsolidasi. Perusahaan induk dan investasi yang dikendalikan diperlakukan sebagai bagian dari satu kesatuan yang terpadu.
        Meskipun dari segi hukum perusahaan induk dibedakan dari perusahaan anak, namun akuntansinya didasarkan pada hubungan ekonomi di antara keduanya.
        Penggunaan metode equity membutuhkan prosedur akuntansi.

Konsolidasian yang dilakukan oleh entitas pelaporan pada instansi pemerintah pusat/daerah berbeda dengan konsolidasian yang dilakukan oleh perusahaan swasta, karena konsoliasian pada instansi pemerintah bukan merupakan konsolidasi antara induk dan cabang. Konsolidasi sebagaimana dimaksud oleh PSAP 11 paragrap 17 ”dilaksanakan dengan cara menggabungkan dan menjumlahkan akun yang diselenggarakan oleh entitas pelaporan dengan entitas pelaporan lainnya dengan  atau tanpa mengeliminasi akun  timbal balik”.

Selasa, 08 April 2014

Rangkuman Akuntansi Keu. Lanjut Laporan Keuangan Konsolidasi, Teknik & Prosedur Konsolidasi.


A.    Laporan Keuangan Konsolidasi.
Yaitu laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan ( entitas pengendalian ) dan satu atau lebih anak perusahaan ( entitas yang dikendalikan ) seakan-akan entitas individual tersebut.
Dalam Laporan Keuangan Konsolidasi ada 5 macam yaitu : Tujuan, Manfaat, Sifat –sifat, Masalah umum yang dihadapi dalam penyusun, dan Gambaran umum proses konsolidasi.

1.      Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi.
Yaitu agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga.
2.      Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi.
·         Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan, kepada para pemegang saham, kreditor dan peyedia dana lainnya.
·         Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi.
3.      Sifat-sifat Laporan Keuangan yang dikonsolidasikan.
·         Model laporan akuntansi untuk menunjukkan pengaruh ekonomi dari penggabungan dua atau lebih perusahaan yang tersendiri, yang didasarkan atas pemilikan dan pengendalian bersama meskipun peleburan secara hukum tidak dilakukan.
·         Dalam menyusun neraca konsolidasi untuk perusahaan induk dan anak, perusahaan anak ini dipandang seakan-akan sebagai cabang; aktiva dan kewajiban masing-masing perusahaan anak digabungkan dengan aktiva dan kewajiban perusahaan induk.
·         Neraca perusahaan induk yang melaporkan saham perusahaan anak sebagai investasi, dan neraca perusahaan anak yang melaporkan kepentingan yang dipegang oleh perusahaan induk sebagai modal saham.

4.      Masalah Umum yang dihadapi dalam Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi.
Ada beberapa masalah umum yang senantiasa timbul di dalam rangka penyusunan neraca konsolidasi. Masalah tersebut antara lain timbul dipengaruhi oleh :
·         Periode dimana laporan / neraca konsolidasi tersebut disusun.
·         Jumlah saham yang dimiliki oleh perusahaan induk, dan harga perolehan (pengorbanan) yang telah dikeluarkan untuk memperoleh saham tersebut.
5.      Gambaran Umum Proses Konsolidasi.
Secara umum prosedur dan proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi adalah sebagai berikut :
Laporan keuangan terpisah (dari dua entity atau lebih) digabungkan atau ditambahkan bersama-sama, setelah beberapa penyesuaian dan eliminasi, untuk menghasilkan laporan keuangan konsolidasi. Penyesuaian dan eliminasi tersebut terkait dengan transaksi dan kepemilkan antar perusahaan. Proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi akan menjadi masalah apabila kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%.

B.     Teknik & Prosedur Konsolidasi.
Prosedur Konsolidasi diatur dalam PSAK No. 4 (Paragraf 8,21 & 23) antara lain dinyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan Keuangan Induk Perusahaan (Parent Company) dan Anak Perusahaan (Subsidary Company) digabungkan satu persatu dengan menggabungkan unsur-unsur yang sejenis dari Aktiva, Kewajiban, Ekuitas, Pendapatan dan Beban.

Adapun prosedur penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Dijelaskan lebih terperinci, yaitu :
1)      Mengeliminasi semua rekening timbal balik (Reciprocal Account)
Eliminasi dilakukan melalui jurnal eliminasi dengan mengeliminasi rekening-rekening yang bersifat rekening timbal balik, yaitu suatu rekening yang dicatat oleh kedua belah pihak (induk dan anak) untuk suatu transaksi yang sama.

2)      Menyusun Kertas Kerja (Worksheet).
Worksheet digunakan untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan Prosedur penyusunan worksheet tergantung pada dasar yang dipakai, yaitu Laporan Keuangan Individual atau Neraca Saldo Individual.
  
Dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi antara Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan dapat digunakan 3 (tiga) metode yaitu :
Ø  Metode Ekuitas (Equity Method)
Konsep dasar dari metode ekuitas pada dasarnya memandang investasi Induk Perusahaan terhadap Anak Perusahaan sebagai sesuatu penyertaan modal sehingga jika aktiva bersih Anak Perusahaan berubah karena kegiatan operasionalnya, secara otomatis akan menyebabkan perubahan pada nilai investasi induk Perusahaan. 
Ø  Metode Ekuitas Tidak Lengkap
Jika metode ekuitas diterapkan secara benar ,laba bersih perusahan induk adalah sama dengan laba bersih konsolidasi,dan saldo laba perusahaan induk adalah sama dengan saldo laba konsolidasi.
Ø  Konsolidasi dengan Metode Biaya (Cost Method)
Pada Metode Biaya yang dipakai untuk mencatat investasi saham-saham Anak Perusahaan, maka hanya dividen atas saham-saham tersebut (yang telah dibagikan oleh Anak Perusahaan) yang diakui sebagi pendapatan (revenue) oleh Induk Perusahaan.



Selasa, 01 April 2014

Rangkuman Akuntansi Keu. Lanjut KONSEP AKUNTANSI GABUNGAN USAHA AKUNTANSI UNTUK INVESTASI DALAM SAHAM


A.    KONSEP GABUNGAN USAHA .

Metode Akuntansi yang digunakan dalam penggabungan usaha ada 2 yaitu :
§  Metode Penyatuan Kepentingan ( Pooling In Interest Method)
Aktiva perusahaan baru dinilai sama dengan nilai buku Perusahaan yang baru, dimiliki bersama oleh para pemegang saham perusahaan lama.
Metode ini digunakan apabila perusahaan menerbitkan saham dengan hak suara (voting stock) sebagai pertukaran minimal sebanyak 90% dari saham dengan hak suara yang diakuisisi.
Beberapa alasan perusahaan menyukai metode kepemilikan adalah:
1.      Terhindar dari peningkatan biaya depresiasi atas aktiva yang direvaluasi.
2.      Terhindar dari beban amortisasi goodwill.
3.      Peningkatan fleksibilitas manajemen terkait dengan dividen.
4.      Manajemen memiliki kesempatan menciptakan laba yang sebelumnya belum dilaporkan
5.      Menyembunyikan nilai kepentingan yang diberikan dalam penggabungan usaha
6.      Melindungi manajemen dari kritik pemegang saham (harga beli aktiva yang lebih tinggi dari nilai wajar aktiva.
§  Metode Pembelian ( Purchase Method )
Apabila penggabungan dianggap sebagai pembelian maka harus ada dasar baru untuk membukukan dan mempertanggungjawabkan aktiva yang diperoleh.
aktiva harus dicatat sebesar harga pokoknya bagi pembeli sehingga jumlahnya tidak perlu sama dengan nilai yang perlu dilaporkan pada buku penjual.
1.      Ketika transaksi pembelian berlangsung ,kita perlu menyesuaikan atau menentukan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan digabung sebesar nilai wajarnya pada saat itu.
2.      Nilai agregat yang diberikan kepada aktiva bersih yang diperoleh (termasuk goodwill) akan sama dengan biaya yang terpakai dalam transaksi pembelian tersebut.
3.      Pada penggabungan usaha yang tergolong sebagai pembelian ,alat tukar yang diberikan untuk mengambil alih perusahaan lain bisa berupa uang ,bisa juga berupa aktiva lain atau surat berharga dari pembeli.
4.      Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehan). Jika pengakuisisi mengeluarkan saham, maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabungan.
5.      Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih yang diterima perusahaan pengakuisisi, maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva.
6.      Jika harga beli lebih rendah dari jumlah aktiva bersih yang dapat diidentifikasi ada beberapa perlakuan akuntansi yang bisa dipertimbangkan untuk digunakan,mungkin kita berpendapat bahwa penghematan tersebut yang diperoleh berkat kemampuan pembeli untuk membeli dengan harga lebih murah harus diakui sebagai laba periode berjalan.

B.     AKUNTANSI UNTUK INVESTASI DALAM SAHAM.
Pada investasi modal dengan Cost Method dan Equity Method :
§  Cost Method merupakan perusahaan investor yang tidak mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi aktivitas dari investi.
§  Equity Method yaitu perusahaan investor dapat menggunakan pengaruh yang signifikan dan dapat mengendalikan terhadap operasi investi melalui kepemilikan saham yang jumlahnya lebih dari 50%.
Cost Method
1.      Investasi dalam saham biasa dicatat sebesar biaya yang dikeluarkan
2.      Deviden dari laba berikutnya di laporkan sebagai pendapatan deviden, kecuali deviden yang di terima melebihi bagian laba investor setelah saham diperoleh, dianggap sebagai pengembalian modal (likuidasi deviden) dan dicatat sebagai pengurang terhadap akun investasi.
Equity Method.
1.      Investasi dicatat sebesar biaya perolehan dan disesuaikan dengan keuntungan, kerugian dan dividen.
2.      Investor akan mencatat laba dari perusahaan investi, apabila perusahaan investi memperoleh laba dan akun investi akan bertambah.

3.      Investor akan mencatat kerugian dari perusahaan investi, apabila perusahaan investi menderita kerugian dan ini akan dicatat sebagai pengurang akun investi.