PT HEXINDO ADIPERKASA Tbk NERACA 31 Desember 2007 dan 2006 (Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal per Saham)
Minggu, 27 April 2014
LAPORAN KEUANGAN PT HEXINDO ADIPERKASA Tbk
PT HEXINDO ADIPERKASA Tbk NERACA 31 Desember 2007 dan 2006 (Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal per Saham)
Bagaimana Cara Mengatasi Fraud atau Kecurangan Dalam Laporan Keuangan
Definisi dan Jenis-jenis Fraud.
Definisi Pengawasan Intern yang terkandung dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah adalah seluruh proses kegiatan audit, review, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolak ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik. Pada PP Pasal 2 ayat 1 tercantum bahwa pengendalian penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dilakukan untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Maka dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian internal pemerintah memiliki tujuan untuk mencapai pengelolaan keuangan baik di pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Definisi Pengawasan Intern yang terkandung dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah adalah seluruh proses kegiatan audit, review, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolak ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik. Pada PP Pasal 2 ayat 1 tercantum bahwa pengendalian penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dilakukan untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Maka dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian internal pemerintah memiliki tujuan untuk mencapai pengelolaan keuangan baik di pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Bagaimana cara mengatasi fraud
adalah tugas bersama dari suatu organisasi pemerintahan dan sistem pengawasan
internalnya. Pengenalan akan kecurangan dan dampaknya menjadi hal yang penting
untuk diketahui seluaruh staf pegawai hingga manajemen puncak.
Sebagai perbandingan, pada suatu
perusahaan di bidang manufaktur, perusahaan tersebut mengalami kerugian akibat
kecurangan pegawai mencapai Rp. 100 juta/tahun. Jika keuntungan rata-rata
perusahaan tersebut adalah 10% dari penjualan maka perusahaan tersebut harus
kehilangan keuntungan dari penjualan sebesar Rp. 1.000 juta/tahun. Bayangkan
penjualan perusahaan tersebut menjadi tidak berguna akibat adanya kerugian
akibat kecurangan.
Demikian juga
dengan kerugian atau kebocoran keuangan negara yang terjadi akibat adanya
fraud. Hal ini dapat berakibat pada alokasi dana yang hilang yang telah
dikumpulkan dari berbagai pendapatan negara terutama pajak yang telah
didapatkan dari masyarakat. Dengan rata-rata setiap penduduk membayar pajak
sekitar 15%-20% dari penghasilannya maka dapat dibayangkan kerugian negara
berdampak pula pada pendapatan penduduk yang harus ditingkatkan pemerintah.
Padahal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dibutuhkan sarana dan
prasarana yang disiapkan oleh pemerintah yang didanai dari pajak di atas. Dan
yang lebih utama adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan
menjadi berkurang, termasuk pula investasi dari luar negeri berkurang, sehingga
kondisi makro keuangan pemerintah menjadi terganggu pula.
Kesadaran
untuk melakukan tindakan anti fraud dapat diawali dengan memberikan pengertian
yang lebih tentang kerugian dan dampak fraud. Setelah itu, seiring dengan
kesadaran yang meningkat, maka diupayakan untuk menghilangkan penyebab fraud.
Kemudian melakukan tindakan hukuman dan penghargaan untuk lebih mempercepat
peningkatan kesadaran dan budaya kerja tanpa fraud.
Penyebab terjadinya fraud adalah motivasi, sarana dan
kesempatan sebagai berikut:
- Motivasi : adalah mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri dan atau suaru organisasi. Alasan pribadi seperti masalah keuangan dapat menjadi motivasi untuk melakukan kecurangan. Untuk suatu organisasi, fraud pun dapat dilakukan untuk mendapatkan keuntungan atau untuk mendapatkan apresiasi yang positif walaupun pekerjaan yang dilakukan tidak baik, misalnya kolusi antara kontraktor/konsultan dengan panitia pengadaan barang/jasa,
- Sarana : mencakup seluruh media yang dapat digunakan untuk melakukan kecurangan, misalnya dokumen kontrak/lelang yang diatur, transaksi keuangan dilakukan secara tunai dan tidak menggunakan pencatatan yang baik, dan lain sebagainya.
- Kesempatan : karena kurangnya pengawasan internal dan pemahaman tentang aturan dapat menjadi ruang terjadinya kecurangan.
- Motivasi : adalah mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri dan atau suaru organisasi. Alasan pribadi seperti masalah keuangan dapat menjadi motivasi untuk melakukan kecurangan. Untuk suatu organisasi, fraud pun dapat dilakukan untuk mendapatkan keuntungan atau untuk mendapatkan apresiasi yang positif walaupun pekerjaan yang dilakukan tidak baik, misalnya kolusi antara kontraktor/konsultan dengan panitia pengadaan barang/jasa,
- Sarana : mencakup seluruh media yang dapat digunakan untuk melakukan kecurangan, misalnya dokumen kontrak/lelang yang diatur, transaksi keuangan dilakukan secara tunai dan tidak menggunakan pencatatan yang baik, dan lain sebagainya.
- Kesempatan : karena kurangnya pengawasan internal dan pemahaman tentang aturan dapat menjadi ruang terjadinya kecurangan.
Berikut
ini adalah jenis fraud berdasarkan subjek atau pelaku, sebagai berikut :
- Employee fraud (kecurangan pegawai) : kecurangan yang dilakukan oleh pegawai dalam suatu organisasi kerja,
- Management fraud (kecurangan manajemen) : kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen dengan menggunakan laporan keuangan/transaksi keuangan sebagai sarana fraud, biasanya dilakukan untuk mencurangi pemegang kepentingan (stakeholders) yang terkait organisasinya.
- Customer fraud : kecurangan yang dilakukan oleh konsumen/pelanggan, misalnya kecurangan oleh pihak kontraktor/konsultan terhadap satuan kerja proyek.
- E-commerce fraud (kecurangan melalui internet) : kecurangan yang dilakukan akibat adanya transaksi melalui internet (misalnya pengadaan lelang melalui internet).
- Employee fraud (kecurangan pegawai) : kecurangan yang dilakukan oleh pegawai dalam suatu organisasi kerja,
- Management fraud (kecurangan manajemen) : kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen dengan menggunakan laporan keuangan/transaksi keuangan sebagai sarana fraud, biasanya dilakukan untuk mencurangi pemegang kepentingan (stakeholders) yang terkait organisasinya.
- Customer fraud : kecurangan yang dilakukan oleh konsumen/pelanggan, misalnya kecurangan oleh pihak kontraktor/konsultan terhadap satuan kerja proyek.
- E-commerce fraud (kecurangan melalui internet) : kecurangan yang dilakukan akibat adanya transaksi melalui internet (misalnya pengadaan lelang melalui internet).
Cara
Mengatasi Fraud
Fraud harus dapat dikontrol dan dijaga, sehingga tidak semakin berkembang dan merugikan organisasi pemerintahan tersebut. Cara mengontrol dan menjaga agar tidak terjadi fraud adalah sebagai berikut :
- Mengendalikan suasana kerja yang baik di lingkungan kerja, antara lain dengan menanamkan etika kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja/pegawai.
- Menghilangkan kesempatan untuk melakukan fraud dengan cara sistem pengawasan internal yang ketat,
Fraud harus dapat dikontrol dan dijaga, sehingga tidak semakin berkembang dan merugikan organisasi pemerintahan tersebut. Cara mengontrol dan menjaga agar tidak terjadi fraud adalah sebagai berikut :
- Mengendalikan suasana kerja yang baik di lingkungan kerja, antara lain dengan menanamkan etika kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja/pegawai.
- Menghilangkan kesempatan untuk melakukan fraud dengan cara sistem pengawasan internal yang ketat,
Metode fraud adalah cara-cara yang dilakukan untuk
melakukan kecurangan, Sedangkan konsekuensi fraud adalah dampak kecurangan yang
terjadi pada organisasi tersebut.
Pada organisasi pemerintahan khususnya pada lingkup
kegiatan pekerjaan umum maka dapat diberikan contoh sebagai berikut :
Seorang pengawas proyek memiliki motivasi kecurangan adalah karena kesulitan keuangan keluarga. Pegawai tersebut menggunakan kesempatan sebagai seorang pengawas proyek sesuai kewenangannya. Objek yang sesuai dengan kewenangannya sebagai pengawas adalah laporan pengawasan pekerjaan. Caranya adalah dengan melakukan manipulasi data yaitu menyetujui progress pekerjaan walaupun tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan disertai permintaan dana kepada pihak kontraktor. Indikasi yang didapatkan adalah perbedaan spesifikasi pekerjaan. Konsekuensi dari perbuatan pegawai tersebut kepada organisasi proyek adalah ketidaksesuaian mutu pekerjaan.
Seorang pengawas proyek memiliki motivasi kecurangan adalah karena kesulitan keuangan keluarga. Pegawai tersebut menggunakan kesempatan sebagai seorang pengawas proyek sesuai kewenangannya. Objek yang sesuai dengan kewenangannya sebagai pengawas adalah laporan pengawasan pekerjaan. Caranya adalah dengan melakukan manipulasi data yaitu menyetujui progress pekerjaan walaupun tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan disertai permintaan dana kepada pihak kontraktor. Indikasi yang didapatkan adalah perbedaan spesifikasi pekerjaan. Konsekuensi dari perbuatan pegawai tersebut kepada organisasi proyek adalah ketidaksesuaian mutu pekerjaan.
Hal yang
membedakan antara pemeriksaan laporan keuangan biasa dengan sistem akuntansi
forensik ini adalah pada besarnya material yang mempengaruhinya. Umumnya untuk
audit laporan keuangan biasa, material yang berpengaruh adalah jenis pendapatan
dan pengeluaran yang bernominnal besar, sedangkan yang kecil kadang diabaikan
dalam penentuan indikasi kecurangan. Pada akuntansi forensik, indikasi
kecurangan tidak berdasarkan pada nominal transaksi yang besar, namun melihat
pada jenis pendapatan dan pengeluaran yang mencurigakan. Pemeriksaan akuntansi
forensik tidak dapat dipisahkan dari proses investigasi. Karena untuk
mengungkap hal yang kecil namun mencurigakan menjadi suatu alat bukti
dibutuhkan usaha yang tidak mudah, sehingga proses audit laporan keuangan akan
disertai pula oleh proses penyelidikan terhadap hal tersebut.
Selain
menggunakan sistem audit yang ada, penggunaan sistem informasi juga dapat
dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya fraud. Penggunaan sistem
informasi ini membutuhkan pengetahuan statistik dan pengelolaan data sehingga
kecenderungan terjadinya fraud dapat diatasi. Sistem informasi ini merupakan
jembatan penghubung antara pengalaman dan pengetahuan terhadap audit dan fraud.
Kurangnya pengalaman auditor dapat diatasi dengan sistem informasi atau data
base yang baik, selain peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan.
Dengan
adanya data historis yang cukup mengenai fraud maka diharapkan dapat diketahui
motivasi, kesempatan, objek, indikasi, metode dan konsekuensi kecurangan, atau
dengan kata lain didapatkan profil fraud/kecurangan yang kemungkinan dapat
terjadi kembali.
Contohnya
dari data yang telah dikumpulkan maka didapatkan profil kecurangan sebagai
berikut motivasi kecurangan pegawai adalah memperkaya diri, kesempatan
kecurangan adalah melalui proses lelang, objek kecurangan yaitu paket pengadaan
barang/jasa, metode kecurangan adalah dengan pemecahan paket pengadaan agar
proses pengadaan dilakukan dengan penunjukan langsung atau pelelangan terbatas.
Indikasi kecurangan adalah adanya perubahan nilai dan kegiatan proyek.
Sementara konsekuensi yang diterima organisasi adalah ketidakpercayaan pihak
penyedia jasa lain kepada panitia pengadaan barang/jasa.
Dengan
penggunaan data base maka proses deteksi pada kecurangan menjadi lebih cepat.
Proses deteksi kecurangan yang biasanya diawali dengan audit kinerja secara
umum kemudian baru ditemukan adanya indikasi kecurangan, berkembang lagi
menjadi investigasi dan terakhir menemukan bukti, kini prosesnya dapat lebih
cepat, yaitu menemukan kemungkinan kecurangan yang dapat terjadi berdasarkan
data base, untuk kemudian di-evaluasi apakah kemungkinan tersebut terjadi atau
tidak pada kegiatan yang di-audit.
Penggunaan
sistem informasi hanya merupakan cara deteksi awal, untuk kemudian proses
investigasi dilakukan sesuai teknik audit investigasi.
Kesimpulan
Fraud adalah bentuk kecurangan untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun lembaga/organisasi. Kecurangan yang bersifat lembaga lebih kompleks dibandingkan dengan kecurangan yang dilakukan oleh pribadi. Kecurangan/fraud mengakibatkan kerugian yang besar. Dalam pemerintahan, kerugian yang diterima bukan hanya kehilangan atau kebocoran uang negara, namun juga berakibat pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta menurunnya tingkat investasi. Cara mengatasi fraud terbagi atas 3 tindakan yaitu tindakan preventif, tindakan deteksi dan tindakan investigasi. Tindakan preventif merupakan tanggung jawab bersama antara manajemen puncak dengan stafnya, untuk menciptakan dan mengembangkan budaya kerja yang beretika dan lingkungan kerja yang baik. Tindakan deteksi adalah cara mengidentifikasi kecurangan yang terjadi. Metode yang digunakan dalam deteksi atas fraud dibagi atas metode konvensional dan metode sistem informasi. Metode konvensional adalah dengan cara menemukan indikasi setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu. Salah satu cara menemukan indikasi kecurangan, terutama yang dilakukan secara lembaga, adalah dengan menggunakan sistem Akuntansi forensik, yaitu dengan cara memeriksa transaksi yang mencurigakan pada laporan keuangan, baik nominal yang besar maupun yang kecil. Sementara metode sistem informasi adalah dengan cara melakukan perbandingan profil kecurangan yang dapat terjadi, meliputi motivasi, kesempatan, objek fraud, metode fraud, indikasi fraud dan konsekuensi yang diterima organisasi. Tindakan investigasi adalah proses penyelidikan sehingga didapatkan pembuktian yang cukup. Tindakan-tindakan pengawasan tersebut adalah cara untuk mengatasi kecurangan sehingga kehilangan keuangan negara dapat terus ditekan dan pada akhirnya tercapai tujuan untuk menghilangkan kebocoran dan kerugian negara.
Senin, 21 April 2014
Rangkuman Akuntansi Keu. Lanjut 2 PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI MENURUT HARGA PEROLEHAN DAN PROSEDUR PENCATATAN HARGA POKOK
A. Pengertian Laporan Keuangan
Konsolidasi Dengan Metode Harga Perolehan atau Metode Cost .
Metode “Harga
Perolehan” diikuti untuk mencatat investasi saham-saham perusahaan anak, maka
hanya deviden atas saham-saham tersebut yang diakui sebagai pendapatan
(revenue) oleh perusahaan induk. Dan laba atau rugi atas pemilikan modal hanya
timbul apabila sebagian atau seluruh jumlah saham yang dimiliki itu dijual.
Ciri-ciri Metode Cost:
1.
L/R yang diperoleh perusahaan anak tidak dilakukan penjurnalan.
2.
Eliminasi saldo Modal, Agio, LYD
perusahaan anak ditentukan dengan bertitik tolak pada posisi neraca.
3.
Hak Minoritas ditentukan dengan bertitik tolak pada posisi akhir setelah
transaksi dikertas kerja konsolidasi.
Pada didalam neraca konsolidasi, tidak ada perbedaan
antara metode pencatatan terhadap investasi saham-saham perusahaan anak baik
pada metode harga perolehan atau pada metode equity. Namun keduanya metode
tersebut menghasilkan neraca yang menunjukkan posisi keuangan yang sama, tapi
kedua metode tersebut menghasilkan saldo dalam rekening investasi saham dan
rekening laba yang ditahan pada buku-buku perusahaan induk yang berlainan.
Jika memakai metode harga perolehan, maka
perubahan-perubahan netto di dalam hak-hak pemegang saham yang berasal dari (
pembagian) laba perusahaan anak sejak posisi control dicapai harus disajikan
secara terpisah didalam neraca. Jika sebagian dari perubahan netto iu terjadi
dalam periode akuntansi yang sedang berjalan, maka harus dilaporkan di dalam
laporan Rugi Laba ( Perusahaan Induk ).
Jika memakai metode equity, maka laporan keuangan
harus menyatakan tentang metode pencatatan itu, harus dijelaskan juga mengenai
harga perolehannya serta menghasilkan deviden yang telah diterima dalam
hubungannya dengan pemilikan saham-saham perusahaan anak. Semua itu diperlukan
agar diketahui besarnya bagian keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan anak
yang telah direalisasikan melalui pembagian deviden.
Namun
ada juga perbedaan antara metode equity dengan metode harga perolehan dapat
dilihat pada tabel dibawah ini .
|
KETERANGAN
|
METODE
EQUITY
|
METODE
HARGA PEROLEHAN
|
|
Rekening Investasi Saham Perusahaan
Anak.
|
Berubah-ubah sesuai perubahan jumlah
kekayaan bersih perusahaan anak.
|
Jumlahnya selalu tetap kecuali ada
penjualan atau pembelian tambahan atas saham yang dimiliki.
|
|
Bagian Laba yang Diperoleh.
|
Dicatat dalam laporan keuangan
(neraca) yang dikonsolidasikan.
|
Tidak hanya diakui pada laporan
keuangan (neraca).
|
|
Laporan Laba Rugi.
|
Tidak mencantumkan “Pendapatan atau
Kerugian” atas investasi saham.
|
Bagian deviden dicatat di Debit pada
rekening piutang deviden (kas) , dengan rekening “Penghasilan Deviden” pada
sisi Kredit.
|
B.
Prosedur
Pencatatan Metode Harga Pokok ( Cost Method )
Metode
harga pokok didasarkan pada teori bahwa akuntansi untuk suatu investasi pada perusahaan
anak harus sama dengan akuntansi untuk investasi jangka panjang dalam surat berharga.
Sebagai landasan metode ini, perusahaan anak dan induk diperlakukan sebagai dua
perusahaan yang berbeda, penerimaan deviden atas pemilikan saham diakui sebagai
penghasilan/laba/rugi investasi baru diakui setelah surat berharga yang
dimiliki terjual.
Dalam metode ini investasi dalam perusahaan anak
selalu menggambarkan original cost atau cost semula karena rugi/laba maupun
amortisasi dari good will perusahaan anak tidak mempengaruhi perusahaan induk
pada rekening investasi anak, kecuali bila perusahaan anak mengumumkan dan
membagikan deviden, maka perusahaan perlu mencatatnya.
Hal-hal
yang berhubungan dengan Cost Method :
-
Pendapatan yang diakui adalah dividen
yang diterima dari perusahaan anak, sedangkan pada Equity Method pendapatan
diakui adalah bagian laba dari perusahaan anak dan dividen yang diterima akan
mengurangi investasi dalam perusahaan anak.
-
Penyusunan neraca konsolidasi baik
berdasarkan Equity Method maupun Cost Method akan menghasilkan neraca
konsolidasi yang sama.
Eliminasi Equity Method = Cost Method,
kecuali :
a.
Amortisasi Goodwill dicatat dengan mengeliminasi goodwill yang diamortisasi
dengan rekening Retained Earning perusahaan induk.
b.
Eliminasi untuk Retained Earning anak yang dihitung dari original Retained
Earning anak. Selisih Retained Earning anak sekarang dengan Retained Earning
original anak merupakan Retained Earning anak yang akan dielimansi ke dalam
Retained Earning induk sebesar presentasi pemilikan saham.
Selasa, 15 April 2014
Rangkuman Akuntansi Keu. Lanjut MODIFIKASI DALAM METODE EQUITY DAN PENYUSUNAN NERACA KONSOLIDASI
A.
MODIFIKASI
DALAM METODE EQUITY
1. Laporan
Keuangan yang dikonsolidasi.
Pencatatan Investasi Saham pada
perusahaan anak, selalu diadakan penyesuaian terhadap adanya perubahan
(perkembangan) yang terjadi dalam perusahaan anak, sehingga rekening Investasi
Saham senantiasa mengikuti perkembangan yang terjadi pada perusahaan anak maka
prosedur pencatatan itu disebut Metode Equity.
Hal-hal
penting dalam prosedur pencatatan terhadap investasi saham pada perusahaan anak
dengan menggunakan metode equity adalah :
·
Rugi
dan Laba bersih dari perusahaan anak.
Untuk keuntungan
: Investasi Saham pada Perusahaan Anak (D), dan Pendapatan dari Perusahaan Anak
(K). Rugi : Kerugian dari Perusahaan Anak (D), dan Investasi Saham pada
Perusahaan Anak (K).
·
Dividen
yang dibagikan oleh Perusahaan Anak .
Pada perusahaan induk ialah
perubahan bentuk kekayaan (aktiva) yang semula berupa hak atas laba pada
perusahaaan anak (yang tercemin dalam rekening “Investasi Saham Perusahaan
Anak”) ke dalam bentuk kekayaan (aktiva) yang lain (“Piutang Dividen” atau
“Kas”).
2.
Modifikasi
Metode Equity.
Perusahaan induk mencatat dan
mengakui bagian atas laba atau rugi perusahaan anak yang ditampung dalam
rekening Investasi Saham dan mengakui pembagian deviden dari perusahaan anak
sebagai realisasi dari/pencarian dari sebagian Investasi/Penanaman Modal pada
perusahaan anak di sebut dengan metode yang konvensional.
3.
Hutang
Piutang Antar Perusahaan Afiliasi.
Perusahaan yang lain yang
berafiliasi atau sebaliknya kewajiban-kewajiban dari suatu perusahaan kepada
perusahaan lain yang berafiliasi tersebut.saldo rekening-rekening timbal balik
yang timbul dapat berasal dari transaksi-transaksi penjualan, pemberian uang
muka/piutang di antara perusahaan afiliasi, pengumuman/pembagian dividen oleh
perusahaan anak dll.
4.
Masalah
Eliminasi terhadap Wesel Tagih dan atau Wesel Bayar yang telah Didiskontokan.
Proses penyusunan Neraca Konsolidasi
mengikuti ketentuan sbb:
·
Menghapuskan
rekening-rekening Wesel Bayar pada perusahaan afiliasi
·
Menghapuskan
rekening Wesel Tagih Yang Didiskontokan dengan rekening lawan “Wesel Bayar”
yang berarti timbulnya kewajiban pada pihak luar.
5.
Masalah
Penyesuaian dan Koreksi sebelum Penyusunan Neraca Konsolidasi
·
Tidak
dipercayanya oleh salah satu pihak dari perusahaan-perusahaan yang berafiliasi
terhadap informasi keuangan tertentu.
·
Adanya
pos-pos yang masih dalam proses, sehingga suatu informasi telah dicatat oleh
satu pihak akan tetapi belum dicatat oleh pihak yang lain berhubung dengan
faktor waktu.
pada akhir periode perusahaan anak
telah mengumumkan adanya pembagian deviden dan dilaporkan di dalam neracanya
sebagai “Hutang Deviden”. Jika neraca perusahaan induk pada akhir periode yang
sama tidak melaporkan adanya “Piutang Deviden” atas bagian devidennya pada
perusaahaan anak berarti bahawa neraca perusahaan induk tersebut belum lengkap.
6.
Masalah
Selisih Harga Perolehan dari Nilai Buku Saham.
Metode ini eliminasi terhadap saldo
rekening Investasi Saham-saham perusahaan anak (dimana jumlahnya selalu
berubah-ubah), atas posisi terakhir hak-hak para pemegang saham perusahaan anak
(yang jumlahnya juga selalu berubah-ubah) dan Selisih antara hak-hak pemegang
saham yang dieliminasi dengan saldo debit rekening “Investasi Saham Perusahaan
Anak” merupakan “Selisih Lebih atau Selisih Kurang Harga Perolehan dari Nilai
Buku Saham.
B. PENYUSUNAN
NERACA KONSOLIDASI.
1.
Laporan dan Definisi Neraca Konsolidasi
Salah satu kewajiban dari perusahaan
induk adalah membuat laporan keuangan gabungan antara perusahaan anak dan
perusahaan induk. Neraca konsolidasi yaitu neraca yang menggambarkan aktiva dan
pasiva bersih secara keseluruhan dari induk perusahaah beserta anak perusahaan.
Laporan
Keuangan Konsolidasi adalah laporan yang menyajikan posisi
keuangan dan hasil operasi dari sebuah grup perusahaan, terdiri dari induk
perusahaan dan satu atau lebih anak perusahaan yang seolah-olah sebagai satu perusahaan.
2. Tujuan
dan Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi.
Penyusunan
Laporan Keuangan Konsolidasi, yaitu agar dapat memberikan gambaran yang
obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan
(economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan
istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh
menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi
atas peristiwa ekonomi juga.
Diantara manfaat disusunnya
Laporan Keuangan Konsolidasi adalah:
1.
Untuk kepentingan jangka panjang, efek anak
perusahaan terhadap induk
2.
Memberikan informasi terkini bagi
manajemen induk perusahaan tehadap kinerja grup (anak) perusahaan
3.
Kepentingan informasi pihak luar
Senin, 14 April 2014
Rangkuman Akuntansi Keu. Lanjut Pengertian Laporan Keuangan Menurut Equity Dan Prosedur Akuntansi Menurut Metode Eqiuty
1. Pengertin
Laporan Keuangan Konsolidasi Menurut Equity.
Yaitu penyusunan laporan keuangan dengan memandang
investasi perusahaan induk
terhadap
perusahaan anak
sebagai
suatu penyertaan modal,
sehingga
jika aktiva bersih perusahaan
anak berubah karena kegiatan operasionalnya,
maka secara otomatis akan menyebabkan perubahan pada nilai
investasi perusahaan
induk
.
Alasan diterapkannya metode equity juga didasarkan pada suatu fakta bahwa perusahaan induk dan perusahaan anak merupakan bagian dari suatu kegiatan usaha, maka perubahan yang terjadi didalam
perubahan modal pada perusahaan anak harus diakui dan dicatat oleh perusahaan
induk, dikarenakan untuk dapat mengikuti, melaporkan dan mengetahui
perkembangan laporan keuangan secara lengkap.
Laporan
keuangan terdiri dari:
·
Neraca,
menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada jumlah
harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.
·
Perhitungan
laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu.
·
Laporan
arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai akibat dari
kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang bersangkutan.
·
Catatan
atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang
mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.
Menurut Mamduh
M. Hanafi dan Abdul Halim, dalam buku Analisis Laporan Keuangan (2002:63),
Laporan Keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai
perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri,
kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan
risiko perusahaan.
Adapun beberapa perkiraan
(account) yang perlu diperhatikan dalam laporan keuangan konsolidasi menurut
equity antara lain :
Pencatatan dengan Metode
Ekuitas
1. Laba
perusahaan anak
Investasi saham
perusahaan anak xxx
Laba-rugi xxx
(% kepemilikan x laba
perusahaan anak)
2. Rugi
perusahaan anak
Laba-rugi xxx
Investasi saham
perusahaan anak xxx
(% kepemilikan x rugi
perusahaan anak)
3. Dividen
perusahaan anak
Piutang dividen/kas xxx
Investasi saham
perusahaan anak xxx
(% kepemilikan x dividen
perusahaan anak)
Laporan
Keuangan Konsolidasian ini tidak mengatur:
1. Laporan
keuangan konsolidasian perusahaan negara/ daerah;
2. Akuntansi
untuk investasi dalam perusahaan asosiasi;
3. Akuntansi
untuk investasi dalam usaha patungan (joint venture); dan
4. Laporan
statistik gabungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
2.
Prosedur Akuntansi Menurut Metode Equity.
Dalam penerapan akuntansi pasti ada suatu prosedur-prosedur yang harus dilakukan terlebih
dahulu.
Beberapa hal dalam
penerapan prosedur akuntansi menurut metode equity, yaitu :
–
Metode equity pada
dasarnya sejalan dengan pendekatan akuntansi yang digunakan pada penyiapan laporan
keuangan konsolidasi. Perusahaan induk dan investasi yang dikendalikan diperlakukan
sebagai bagian dari satu kesatuan yang terpadu.
–
Meskipun dari segi hukum perusahaan induk
dibedakan dari perusahaan anak, namun akuntansinya didasarkan pada hubungan ekonomi
di antara keduanya.
–
Penggunaan metode equity membutuhkan prosedur akuntansi.
Konsolidasian yang
dilakukan oleh entitas pelaporan pada instansi pemerintah pusat/daerah berbeda
dengan konsolidasian yang dilakukan oleh perusahaan swasta, karena konsoliasian
pada instansi pemerintah bukan merupakan konsolidasi antara induk dan cabang. Konsolidasi
sebagaimana dimaksud oleh PSAP 11 paragrap 17 ”dilaksanakan dengan cara
menggabungkan dan menjumlahkan akun yang diselenggarakan oleh entitas pelaporan
dengan entitas pelaporan lainnya dengan atau tanpa mengeliminasi
akun timbal balik”.
Langganan:
Postingan (Atom)